081911229009 [email protected]
YSHK dan PMI Cilegon Beri Dukungan pada Petani Sumut

YSHK dan PMI Cilegon Beri Dukungan pada Petani Sumut

Yayasan Suara Hati Kita (YSHK) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon memberikan support kepada ratusan petani asal Sumatera Utara yang berjalan kaki menuju Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Pembina YSHK Helldy Agustian mengatakan, YSHK wajib memberikan bantuan kepada mereka yang tengah memperjuangkan hak-haknya apalagi mereka tengah menuntut keadilan dengan berjalan kaki.

“Terlepas dari semua kepentingan, YSHK wajib memberikan support kepada ratusan petani. Kami ingin memanusiakan manusia, dimana mereka telah berjalan kaki sebulan lebih,”katanya.

Sementara itu Pengurus PMI Cilegon Nurlela mengatakan, prinsip dasar kepalangmerahan tidak membedakan siapapun dan apapun.Bahkan negara yang tengah konflik,bulan sabit terjun langsung ikut serta membantu apabila ada korban yang sakit.

“Prinsip dasar PMI banyak diantaranya kemandirian,kenetralan,kesemestaan.Kami mempunyai kewajiban untuk membantu mereka guna mencapai tujuannya ke Jakarta.Saya menitip pesan untuk selalu jaga kesehatan,” ujarnya.

Seperti diketahui, ratusan petani asal Deli Serdang Sumatera Utara menuntut keadilan dengan cara jalan kaki ke Jakarta. Rencananya para petani yang tengah bersengketa dengan PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) atas lahan seluas 854,26 hektar di Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumatera Utara tersebut akan menuju ke Istana Negara untuk menemui presiden Jokowi.

Informasi yang berhasil dihimpun mereka tiba dipelabuhan Merak sekitar pukul 01.15, Selasa (4/8/2020) dini hari.Mereka menginap di Gedung Cilegon Creative Center untuk memulihkan stamina setelah berjalan kaki ribuan kilometer selama sebulan lebih.

(SUMBER KABAR BANTEN)

Yayasan Suara Hati Kita Peduli yang Membutuhkan Komitmen Merdekakan Masyarakat

Yayasan Suara Hati Kita Peduli yang Membutuhkan Komitmen Merdekakan Masyarakat

Diresmikan sejak 16 Mei 2013 lalu, eksistensi Yayasan Suara Hati Kita (YSHK) tak tanggung-tanggung dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Bahkan yayasan ini sudah mendapatkan respon saat belum diresmikan.

Berkomitmen untuk memerdekakan masyarakat. Yayasan yang terletak di Jalan Raya Cilegon KM 16, Cibeber, Kota Cilegon ini tak memungut biaya kepada seluruh pasiennya. Ketua Yayasan Suara Hati Kita Helldy Agustian menjadikan kebebasan biaya sebagai bentuk kemerdekaan. Dimana masyarakat yang membutuhkan pertolongan tak lagi dibebani dengan biaya.

“Merdeka berarti bebas. Mengacu dari kebebesan tersebut maka pelayanan kepada yang membutuhkan pun tanpa dibebani biaya karena sesungguhnya mereka tengah ditimpa musibah. Makanya yayasan kami memerdekakan hal tersebut,” kata Helldy.

Apalagi, Helldy menjadikan salah satu hadist dari Ibnu Umar r.a sebagai landasan. Hadist tersebut berisi bahwa Rasulullah SAW menyatakan orang mukmin yang paling utama adalah yang paling baik akhlaqnya dan orang mukmin yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat mati kemudian paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut.

Oleh karena itu, semaksimal mungkin melalui dua mobil ambulance dan dua mobil jenazah yang tersedia mereka siap melayani pasien. Hanya saja ruang lingkupnya masih bersifat lokal yakni, sebatas wilayah Cilegon hingga Bojonegara.

Meski demikian, tak jarang mereka mengantarkan pasien hingga luar provinsi Banten. Seperti, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti yang diakui oleh Sopir mobil ambulance YSHK Ardi, kemarin.

“Kami sering sekali mengantarkan pasien ke RSCM Jakarta. Pernah juga ke Bandung, Jogjakarta dan terjauh ke daerah Pati, Jawa Timur belum lama ini,” ujarnya.

Ardi menegaskan, dalam menjalankan tugasnya dia sama sekali tidak pernah meminta atau menerima dana dari pasien yang dibantu. Hanya saja, untuk bantuan hingga ke luar kota dia menerima infaq untuk biaya bensin dan pembayaran tol. “Sekali lagi saya tegaskan untuk wilayah cilegon tidak menerima infaq. Bantuan yang kami berikan ikhlas dan siap membantu 24 jam,” terangnya.

Berdasarkan data YSHK, layanan ambulance selama April sebanyak satu kali, Mei 8 kali, Juni 13 kali, Juli 10 kali, gustus 10 kali, September 26 kali dan Oktober 21 kali. Sedangkan layanan mobil jenazah pada April 3 kali, Mei 13 kali, Juni 16 kali, Juli 20 kali, Agustus 30 kali, September 39 kali dan Oktober 27 kali.

(SUMBER BANTEN RAYA)